Friday, April 21, 2017

Cerita Sex Kakak yang Liar

Awal kisah saat saya pergi untuk menjenguk ke tempat saudara oleh bapak ku yang berada di kampung , karena udah lama sekali gak ada tali silaturahmi persaudaraan. Saya yang dari kampung Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Jawa Timur menuju ke kota Surabaya Kecamatan Asemrowo Kelurahan Greges . 

Nah disitulah tempat tujuan saya yang di utus orang tua saya dari kampung. Selama berjam-jam ak menuju ke kota surabaya menggunakan bis umum. Sebelumnya aku juga memilih bis yang mengarah ke tempat itu. 


Dan pada akhirnya udah sampai di lokasi , sesuai dengan alamat yang di tuliskan bapak saya. Namun untuk memastikan lebih , saya juga bertanya-tanya pada orang di sekitarku. Nah , akhirnya ketemu juga rumah yang saya tuju.

Waduuuh...waduuuhh...ternyata alamat rumah yang saya tuju lumayan gede juga. Saya lumayan terbengong melihat rumah nya dari saudara bapak saya (sambil geleng2 kepala). Setibanya saya berada di depan rumah yang tertutup dengan pagar rumah yang gede, saya memejet bel yang berada dekat dengan pintu gerbang pagarnya. 


“ teeeet....teeeett....tetttt..” berulang kali saya memenetnya , biar ada yang cepet keluar. Terus datanglah seorang ibu2 yang memakai daster menghampiriku. 


Ibu2 : maaf , cari siapa ya Mas..?? 

Saya : iya bu , saya mau cari Om Fahri, saudara dari Bapak saya yang bernama Pak Hartono. 

Ibu2 : oh , tuan Fahri ya Mas..??

Saya : iya ibu .. 

Saya : maaf , ibu ini siapa nya ya...? 

Ibu2 : iya Mas, saya pembantu yang bekerja disini Mas. Oh , ternyata yang saya ajak bicara dari tadi adalah pembantu dari Om Fahri, 

Saya : oiya bibi , saya ponakannya dari OM Fahri. 

Bibi : duh mas mas ..maaf ya , bibi baru tau . 

Bibi : kenapa tadi gak bilang dari tadi Mas..? 

Saya : iya , gpp kok bi. 

Bibi : oiya , tadi Tuan Fahri pesan pada bibi, bibi hampir lupa. 

Bibi : Tuan Fahri sedang pergi luar kota Mas. 

Bibi : gapapa kan Mas, tapi ada neng Fara yang ada di rumah kok Mas.. 

Bibi : oiya , neng Fara juga tau kok Mas, dan Neng Fara juga nunggu kedatangan Mas. 



Kemudian saya di ajak masuk kedalam rumah yang lumayan gede dan bersih ini. Banguan rumahnya sangat istimewa sekali, serba ornamen hiasan yang menempel dan terpajang. Setelah saya masuk sambil melihat-lihat bangunan rumah nya , saya di persilahkan duduk sama bibi yang menuntunku ke arah ruang tamu. 

Begitu sudah di ruang tamu , saya lalu duduk di sofa yang empuk banget dan nyaman sekali. 
Uh,,,begini tho jadi orang kaya...hmmmmm, saya sedikit gembira sekali merasakan nya, meskipun hanya sebentar saja. Setelah duduk di ruang tamu gak terlalu lama , datangalah Neng Fara yang ternyata sangat cantik dan lebih tua dari sepertinya. 


Penampilan nya saat dia mendatangiku dengan pakain yang begiu minim, sangat santai sekali cara berpakain kalo di rumahnya. Neng Fara yang mengenakan celana pendek jeans yang hampir menyentuh selakangannya dan berbusana kaos singlet aja yang begitu kendor, sehingga sedikit terlihat benjolan dada dari samping tubuhnya. Oiya saya hampir lupa, nama saya Rudi dengan usia 20 tahun. 


Neng fara begitu cwaaaaantik dan eksotik di mataku saat pertama kali ak melihat nya selam udah bertahun-tahun lama waktu kami masih kecil sekali. Gak begitu lama ak duduk di sofa , dia memnghampiri ku dan tersenyum kepadaku. 

Neng Fara : Gimana tadi selama perjalanan , kesasar gak Rud?? 

Saya : Ooh , enggak kok Kak. 

Saya : kan saya naik bis yang udah ada arah tujuannya. Sisanya tinggal saya tanya2 aja ke orang2 sekitar Kak.. 

Neng Fara : Ooh,,bagus lah , pikirku kamu kesasar dan gak jadi dateng kemari Rud. 

Saya : ya jadi donk kak, kan Bapak saya juga udah pesen kok. 

Neng Fara : ok , baiklah kamu udah dateng kesini , kami juga sangat seneng kok. Bibi yang dari tadi berdiri di sekitar ruangan tamu kemudian di suruh sama neng Fara. 

Neng Fara : oiya BI . Tolong antarkan Rudi ke kamarnya ya Bi.... 

Bibi : Baik Neng Fara.. Kemudian saya mengikuti ajakan bibi yang mau menuju ke kamar untuk istirahatku sejenak. Saya sangat sennag sekali bisa mendiami rumah segede ini , meskipun hanya beberapa saat. 

Maklum saya orang kampung, yang jauh dari kota. Dan sesampainya di kamar yang di arahkan , saya beres2 sebentar dengan barang bawaan saya , dan kemudian saya tidur untuk istirahat sebentar. Karena lumayan capek selama dalam perjalanan menuju ke kota surabaya. 

Nah udah beberapa jam, saya udah tertidur dan saat nya saya untuk mandi karena jam udah menunjukkan jam pagi. Setelahnya saya habis mandi saya iseng2 aja menuju ke halaman belakang rumah yang ada kolam renang nya, taman belakangnnya lumayan luas dan bersih , sangat sejuk di mata ketika menikmati halaman belakang rumah Om Fahri. 


Saat saya melamun menikmati kolam renang yang tertiup angin sepoi, ujug2 terdengar suara yang lembut dan manja menyapa di telingaku. 



Duh,,,saya jadi terkejut jadinya , dan lamuan ku jadi buyar ketika saya menoleh ke arah belakang tubuh saya. Ohh,,,dan ternyata malah Neng Fara yang pagi2 itu sedang mengenakan baju tidurnya yang tipis dengan memegang segelas air susu dan ternyata Neng Fara juga abis bangun dari tidur dan sambil menikmati pemandangan halaman belakang. Kemudian saya menyapanya , 

Saya : eh , neng Fara . udah bangun juga tho . 

Saya sedikit salah tingkah karena neng Fara saat itu sedang mengenakan baju tidur yang begitu tipis yang bermotif polkadot. Di samping itu juga neng Fara juga tersenyum mani kepadaku. Dan sepertinya tatapan matanya yang memancarkan aura binal mengarah kepadaku. 


Dia sedikit memandangi ke arah bagian bawahku , karena ada sat itu saya hanya mengenakan celana boxer aja. Saya kira dengan saya memakai celana pendek tidak ada yang melihat , dan saya kira neng Fara juga masih bobok. Lama kemudian neng Fara berbicara kepadaku , 

Neng Fara : lho Rud, kamu mau berenang , apa sudah dari berenang ?? 

Saya : bom kok Neng , kebetulan hanya menikmati pemandangan pagi dan udara pagi. 

Neng Fara : ternyata kamu ganteng juga ya Rud....?? 

Dengan ucapan yang neng Fara lontarkan , saya sedikit kaget ketika neng Fara juga mendekati saya. Ntah apa yang ada di pikirannya , tiba2 tindakan neng Fara juga membuatku grogi dan kikuk. 

Karena dengan ulah nya saya gak bisa bergerak dengan bebas. Giman gak bisa gerak dengan bebas Guys...lha penis saya di pegang begitu aja , tanpa ijin ke saya kok...??? 

saya malah tambah takut..takut2 gimana gitu guyss...!! Kemudian saya memberanikan diri, dan berkata : 

Saya : Oiya neng Fara , saya mau ke kamar dulu ya Neng Fara. 

Neng Fara : Tuggguuuu...Rud...!! aku ingin minta tolong ke kamu kok , kamu malah pergi sih..?? 

Neng Fara : Kamu mau pijitin aku sebentar !!! 

Neng Fara : Kaki ku rasaya sedikit kaku !! kamu mau mijitin sedikit kaki ku Rud ?? 

Neng Fara : kemarin waktu jalan2 ke mall agak terkilir kaki ku Rud.

Dan setelah dia meminta ku untuk memijatnya , tanpa saya belom membalas ucapan nya , neng Fara langsung duduk telentang di kursi santai di deket2 kolam renang tersebut. 


Disaat neng fara sudah terduduk dan menunggu saya untuk memijitnya, baju tidur yang di pakainya sedikit terbuka di bagian selakangannya dan tenyata saya melihat sekelibat yang berbentuk tali yang menyimpang dan berwarna merah cerah dan itu ternyata Gstring yang di kenakan nya. 


Bentuk CD yang hanya menutupi bagian Miss V nya aja. Saat saya melihat sekilas , ternyata selakangannya sangat bersih dan putih mulus dengan bulu jembut yang sedikit tipis menyamping. 

Bujuuuuuuuuugg Buseeeeeeeeeeeettt....model Cdnya yang aduuhai...ketika saya melihat jembut yang menyamping sedikit rasa2 nya kontol ku mulai bereaksi. 

Saya hanya bisa menahan nafas dan mengalihkan pandanganku supaya kontolku tidak menegang lagi !! namun dengan kesadaran Neng Fara , Neng Fara juga malah beraksi dengan mengangkangkan kaki nya yang keseleo itu. 


Dan saat itu juga , saya terpaksa melihat pemandangan tertutup yang berwarna merah menyala. Paha yang saya pegang ternyata sangat licin dan mulusss banget guyss !! 


GILEEEEE !!! 


Neng Fara : Oiya Rud, tologn pijit di bagian itu ya Rud ?? N slowly aja ya .

Dan kemudian saya mengikuti permintaannya, dengan memijit kaki nya yang mulus itu. Perasaanku juga deg2gan juga saat saya menyentuh bagian pahanya dan terlihat selakangan nya itu. Dengan kesempatan yang ada , saya mencoba melirik pada bagian yang tertutup itu , di sela2 selakangannya yang menawan itu. 


Dan ternyata Neng Fara menyadarinya dengan gelagat ku yang mengarah pada bagian selakangannya. Saya malah salah tingkah aja , dan saya terus fokus aja memegang kaki nya neng Fara. Saat itu menjadi pengalamanku ketika memijat kakinya Neng Fara. Kemudian jeda beberapa hari , dan kebetulan saya menginap Di rumah Om Fahri sudah tiga hari, dan ternyata OM Fahri juga blom dari tugas dinas nya. 


Di samping itu juga saya juga pingin bertemu dengan Om Fahri dan Tante Fahri namun apaa di kata hanya Neng Fara yang menemaniku untuk saat ini. Neng Fara termasuk anak tunggal dari Om Fahri, jadi dia sendirian aja kalo di rumah dan di temani bibi yang selalu membantunya. Hari berganti hari kami saling sering bertatapan dan neng Fara yang selalu menemaniku. 


Kadang2 kalo lagi bete, kami juga nonton film bersama-sama, nonton adegan porno juga pernah. Heheheh...!!! 

sungguh memang kebiasan mirip bule2 aja ya , bebas begitu aja ! Di kala itu saat malam hari, ketika neng Fara sedang nonton film , ntah film apaan??

saya juga gak begitu tahu, namun terdengar sepertinya dia meringik sakit-sakitan.saya tak tahu kenapa , apa yang sebenarnya terjadi pada neng Fara. Suat terdengar 

“ aduuuuh....aduuuhhh......aduuuuhhh.....” tolong aku Rud???? 

Dengan memegangi kaki nya yang masih keseleo itu. Dan saya bergerak menuju ke tempatnya dn memastikan apa yang sebenarnya terjadi, 



Saya : ada apaa Neng Fara ?? 

Saya : apa yang terjadi ?? 

Neng Fara : Oiya Rud, kaki ku kok rasa2nya sakit lagi ya?? 

Neng Fara : ak minta tolong , tolong tuntun ak ke kamar ak ya Rud???


Sambil memegangi kakinya itu. Di saat itu , saya malah panik sendiri dan binggung !!! 


Saya :apa perlu saya panggil bibi juga Neng Fara ??? 

Namun dengan tanggap , ucapan yang keluar dari mulut neng Fara , 

Neng Fara : AAAh, gak usah aja Rud....!! lagian dia juga udah tidur, 

Neng Fara : udah bibi , biarain tidur aja , dia juga capek seharian bekerja Rud !! 

Kemudian Neng Fara saya tuntun menuju ke kamarnya, di ruangan lantai 2 kamarnya. Setelah tiba di dalam kamarnya, neng Fara memelukku, saya malah jadi binggung tak karuan di buatnya. 

Dan setelahnya di dalam kamarnya, neng fara rebahan di ranjang nya dengan terlentang ! 

Aduhaaai !!! pemandangan apa lagi ini yang di buatnya. Dengan gaya terlentangnnya yang begitu seksi dan mempesona , saya menghela nafas panjang berkali-kali dan rasanya tak kuat rasanya di dalam kamar neng Fara. Kemudian saya mencoba balik dan keluar dari kamar neng Fara, namun neng Fara mencegahku untuk keluar dari kamarnya. 


Neng Fara : kamu mau kemana Rudi??? Kok pergi sih ?? 
Neng Fara : bisa minta tolong lagi , untuk mijitin kaki ku Rud?? 


Ketika saya mendengar ucapan dari neng Fara, saya juga tak tega untuk meninggalkannya dalam keadaan kaki nya sakit sebegitunya. Dengan begitu , saya mengikuti ucapannya untuk tetap tinggal di dalam kamarnya dan berniat untuk memijatnya kembali. 


Namun ketika saya berpaling kembali , ternyata ada pemandangan yang tak terduga. Neng Fara tiba2 melepaskan baju longgar nya di depan mataku. Dan kini yang terlihat payudara yang semok yang menyembul yang masih tertutup dengan bra yang di kenakannya. 


Haduh...kontolku serasa mau meledak aja , ketika melihat payudara yang semok itu. Dengan tubunya neng Fara yang indah itu, kontolku serasa mau memberontak di hadapannya. 


Saat saya liat mimik mukanya yang memanja untuk di pijitin lagi, dengan gaya bibir yang sedikit di gigit di bawah membuat saya horny aja. Sekali lagi kontolku mau terbang bebas aja. Lalu dengan perintahnya, saya mengikuti aja arahahnya dan merapatkan barisan ke temat ranjangnya. 


Setelahnya sampai di ranjang Neng Fara, secara tiba2 neng Fara malah bergerak dengan sehatnya dan tak terjadi apa2 pada kakinya. Kemudian dia mencengkramku dengan cepat di atas ranjang. 


Dan saat itu juga neng Fara dengan bringas malah menyosooor bibirku dengan ganas. Perempuan yang binal ini , ternyata dengan cepat melakukan serangan kepadaku. Dan tak kusangka baju yang saya kenakan terlucuti semua nya tanpa saya sadari. 

Saya : Duh , neng ...saya malah gak berani Neng Fara ?? 


Saya : saya takut Neng !!! ntar kalo ketahuan Bibi gimana Neng. 

Neng Fara : ooh,,,kalo kamu menolak dengan ajakan ku , kamu malah ak teriakin lho !! 


Dengan ucapan dari neng Fara , saya hanya terdiam aja dan tidak bisa berkutik apa2. Kemudian neng Fara kembali beraksi dan segera melancarkan serangan dengan menciumi saya berulang-ulang. Di samping itu jilatan nya neng Fara sampai kemana-mana, sampai2 ke bagian dada ku yang sedikit berbulu. 

Menjadikan neng Fara, tambah binal aja karena saya yang memiliki dada berbulu. Dengan sigap tangan nya juga beraski, dengan mengelus-ngelus bagian kontol ku yang sudah bengkak !! 


Dan saya juga tak kalah juga ,saya juga beraksi dengan menciumi bibirnya dan kemudian bibirku mengarah ke bagian payudaranya yang mekel itu. Bra yang menutupinya kemudian saya lucuti , dan langsung aja saya serobot pada bagian pentinya yang sudah mengeras yang berwarna merah jambu. 


Segar sekali rasanya saat saya menjilatinya, sensasi begitu enak seperti di awang awang kenikmatan. Setelah capek saling emut-emutan dan basah2 dengan lendir masing2, kemudian mulutku mengarah ke bagan bawah puser nya , 

dan neng Fara sedikit geli dengan jilatan ku yang basah ini. Lama kelaman gaya kami berubah menjadi jungkir balik, saya yang sedang menjilati bagian memek nya, dan neng Fara juga menjilati bagian kontol saya yang tegang mirip roket apolo. 

Wooow...sagat nikmat sekali rasanya , sensasi yang luar biasa rasana !!!!


Neng Fara : Ayoo Rud !! terus lanjut Rudd !! Enaaaakkk Rudd !! 

Neng Fara : Dont Stop !! 


Dan ternyata seiring berjalannya jilatanku , ada cairan yang keluar dari lubang mekinya neng Fara !! ternyata cairan orgasme dari Neng Fara telah muncraat ke arah mulutku dan seketika aja , cairan itu saya telan begitu aja. 

Rasanya sungguh enak sekali Guyss !! coba deh Guys , perlu di coba !! 

Dengan adegan seperti itu, saya jadi makin terangsang dan birahi kerasss !!! 

Lalu lidah ku, ku masuk2kan ke dalam dengan ujung lidah untuk menggerayangi lubang mekinya. Setelah bosan dengan gaya tersebut, kami pun berganti dengan posisi saya dengan berdiri , dan Neng Fara bergaya jongkok dengan mengemut ngemut kontolku yang mencuat ke depan. 

Tak ku sangka neng Fara sangaat mahir mengemut-emut kontolku dengan lahaaap !! selama 5 menit tan kontolku terus di emut2 dan di kunyah2 nya dengan liar, sehingga tak lama-lama cairan pejuh ku muncraat 

“Cruuuuuuuuuoooooooooot.......Ccccrooooooooooooottttttt..........Jrrrrrrrrroooooooooooot .......” 


Semburan pejuhku tepat mengenai mukannya dan sebagian masuk ke dalam mulut nya Neng Fara. Ahhhh, begitu lega rasaanya , pejuh yang tertahan di dalam zakar ku. 

Saya : Ayooo neng Fara !! enak Neeeng Faraaa !! 

Saya : Ahhhh......Oohh....... 


Kontol yang masih di mainkannya di dalam mulutnya , terus saya mainkan maju dan mundur begitu seterusnya. Terus sebagian pejuh yang masih tersisa di dalam kontolku akan keluar lagi sepertinya , dan saya berkata lagi kepada Neng Fara, 


Saya : Neng , saya mau keluar lagi kayaknya Neng Fara.... 

Saya : “ Uuhhhhhh......Uuuuuuhhhh........” 


Lalu saya keluarkan lagi di dalam mulut Neng Fara , dan sepertinya muut neng Fara penuh dengan pejuh2ku. Dan kemudian neng Fara juga menelan nya dan tak melepashnya keluar. 

Woooowww.. ganas sekali neng Fara ini, setelah beberapa saat kontolku sedikit mengendur dan saya kemblai yang beraksi membuat ereksi neng fara kembali . 

Eh , tak lama kemudian setealah yang saya perbuat ke Neng Fara , kontolku terasa bangkit dari kubur dan tegang lagi bagaikan pasaak bumi “stroong” dan setelah saya cukup buat neng Fara orgasme, saya mengarahkan kontolku ke lubang mekinya yang sudah membasah. 

Dan untuk kali ini , saya berada posisi di atas tubuh darui neng Fara. Setelah usaha yang keras untuk memasukkan kontolku yang tadinya begitu sulit , karena kepala kontolku begitu mekar dan bengkak, jadi agak kesulitan untuk menerobosnya. 

Dan kemudian Bleeeessss, ,,,,terbenamlah semua kntolku di liang surga dunia. 

Neng Fara : “ ahhhhh...........aaahhhh.....” 


Jeritan neng Fara membuat saya jadi bringas kembali, dan neng Fara berkata lagi , 

Neng Fara : masukin lagi donk rudi sayaang , yang dalaam lagi ya sayaaang !!!

Dengan gerakannya yang pinggulnya ikut naik dan turun mengikuti irama genjotanku yang saya lakukan. Dan sekiranya tenaga power sudah maksimal, saya dorong dalam2 masuk ke liang mekinya dengan kerasnya dan cepat.

Sehingga neng Fara sedikit menjerit agak keras karena tusukan yang bertubi-tubi. Kemudian selang beberapa genjotan, akhirnya saya kembali muncrat 

“ Jroooottt.......Crroooooootttt......Crooooottttt” 

Saya : Neng , saya udah keluar lagi nih Neng.. 

Neng Fara : genjot lagi ya sayang , ak juga mau keluar nih , bentar lagi !!!!

Dengan ucapan dan permintaan dari neng Fara , saya mencoba menggenjotnya meskipun sedikit kontol agak loyo. Dan akhirnya neng Fara memuncratan kembali cairan orgasme nya. 

“ Ccriiiitttt.....Crrriittttt.....Crrriiiitttt...” 

Neng Fara kyaknya sudah melemas ketika melepaskan cairan pejuhnya, sesaat kontolku masih berada di dalam mekinya rasa2 nya ada rasa senduut2 di dalam mekinya. 

Neng Fara melemas dan tubuhnya kayaknya bergetar di bagian selakangannya. Setelah beberapa menit kemudian Nenga Fara tersenyum kepadaku dan sepertinya dia puas sekali dengan adegan2 yang saya perbuat kepadanya. 


Lalu neng Fara memeluk mesra mendengkapku Oke guys , sekian dulu ya cerita dari kakak iparku yang brangasan. Lain kali , saya akan lanjut cerita yang lebih menarik lagi ya Guys. SELESAI.

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Cerita ini berawal dari acara reuni satu angkatan 2006 dan pada reuni ini juga mengundang guru-guru yang bersedia. Reuni SMA ini berjalan dengan lancar. Dan pada saat itu aku bertemu dengan guru SMA ku dulu yang cantik, nama Guru itu Bu Maria.



Bu Maria sampai saat ini masih seperti dulu yang berwajah masih cantik dan anggun, tubuhnya pun masih terawatt dengan bagus.meskipun umurnya yang sekarang sudah menginjak usia 33 tahun.

Saat bertemu dengan Bu Maria dan berbincang dengan akrab. Gaya pakaainnya begitu menarik dengan memakai baju daleman yang berbalut dengan blazer yang sedikit ketat dengan paduan rok mini selutut. Bentuk tubuhnya yang menawan sehinnga membuat birahi ku timbul.

Saat waktu mengajar pada angkatanku, Dia merupakan guru termuda di sekolah kami.

Waktu acara reuni lumayaan banyak yang di obrolkan dengan ku ,karena saat itu aku mencoba untuk mendekatinya dan jadi deh untuk rencana awalku. Waktu terus berjalan dan tak terasa acara reuni itu selesai.

Tanpa sadar tamu yang datang sudah pada pulang dan tinggal kami berdua yang tersisa di sekolahan. Saat itu kami juga ikut pulang dan berjalan menuju pintu keluar sekolah, dan sesampainya di depan pintu keluar Bu Maria teringat atas barang bawaannya yang masih tertinggal di dalam kelas.

Sehingga aku mencoba menemaninya untuk kembali ke dalam kelas pada waktu acara reuni tersebut. Saat itu kira-kira jam 8 malam dengan sorotan lampu yang tidak begitu terang di sekolahan.

Setelah sampai di dalam kelas kemudian Bu Maria mengambil sesuatu yang tertinggal dan kemudian aku melamun sebentar akan kenangan-kenangan sekolah ini dan kelas ini.

Begitu aneh rasanya ketika aku mengitnya, dan tiba- tiba lamuan ku hilang sat Bu Maria menegurku.

“Ada Apa Toni. . ?”

kok melamun saja.” Ucap Bu Maria.

“Oh, gak apa-apa Bu. . ?

”hanya kangen saja pada masa SMA “ jawabku.

Dengan nuansa yang sepi dan senyap malah membuat birahi ku kembali memuncak dengan aroma bau badan Bu Maria yang sangat wangi tertiup angin malam.

Dan jantungku berdebar mau melaukan apa terhadap Bu Maria.

“Udah malam nih Toni, ayok . .

buruan kita pulang. .” ucap Bu Maria.

“Iya , Bu Maria. . “


“ Mari aku antar Bu, pulang ke rumah dengan Mobil saya”? tawaranku.

“Oke , Toni …terima kasih banyak. ..”ucap Bu Maria.

Dan kemudian aku mengungkapkan isi hatiku sama Bu Maria

“ Aku suka dengan Bu Maria. . “ucap ku.

Dengan pedenya aku berucap dengan hartti yang berdebar

“ Dug…Dugg…Dugg….”.

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Dan saat itu pula Bu Maria jadi diam dan langsung keluar dari dalam kelas dengan jalan yang sedikit memburu. Aku sangat ceroboh dengan ucapanku dan menjadi tidak akrab saja jadinya.

Kemudian aku memncoba untuk meminta maaf atas ucapanku itu. Dengan status Bu Maria yang sudah janda membuatku jadi salah tingkah dengan pikiran-pikiranku.

Setelah berjalan menemani Bu Maria dengan tergesa-gesa tadi, Bu Maria berhenti sejenak di depan Ruang kantor nya dan mengambil kunci ruang kantor yang berada di dalam tas nya itu.

Kemudian Bu Maria mengeluarakan kunci kantornya dan masuk ke dalam . di dalam pikiranku sedang apa Bu Maria malah masuk di dalam ruang kantornya.

Kemudian aku juga ikut masuk ke dalam ruang kantor dan menanyakan lagi sedang apa Bu Maria masuk kedalam ruang kantor. Terus aku mengajaknya untuk pulang tetapi Bu Maria menolak dengan ajakkanku.

Aku pun jadi merasa bersalah dengan ucapanku tadi, dan segera aku memegang tangannya Bu Maria, dan seketika sat itulah Bu Maria langsung memelukku dan menciumku.

Paada saat itulah aku segera membalas ciumanya itu dengan beradu bibir dan lidah.

Haduh, ,,di dalam pikiranku yang kalut , tiba-tiba jadi suasana yang hot dan menyenangkan.

Dengan gesit nya aku mencumbunya dengan birahiku yang aku tahan dari tadi terhadap Bu Maria.

Dan ternyata Bu Maria juga tak kalah dengan aksiku yang liar, Bu Maria membalasnya juga dengan birahi yang meletup-letup karena juga sudah lama Bu Maria menjanda dan lama merasakan hasrat seksual.

Lalu aku segera menjamah pada bagian payudaranya yang sekal dan padat dengan bibirku. Bu Maria dengan nafas yang tak teratur karena sosoran bibirku di payudaranya, sehinngga ciuman ini semakin menjadi panas.

Dengan aksiku, Bu Maria kemudian memainkan aksinya dengan tangan kanan yang sudah merogoh ke bagian celana ku.

Kontol ku yang di balut celana di remas-remas nya dari luaran dan kemudian tangan nya menerobos di balik celana ku.

Kontolku yang sudah di pegang seutuh nya lalu di remas-remas, kontolku semakin terangsang dan membengkak dengan ukuran yang menjadi berat.

Saat itu pula, aku meminta Bu Maria untuk membuka blezernya dan di buka nya dengan perlahan , kutatap pada bagian payudaranya yang begitu mantap dan menjadikan birahiku memuncak.

Saat ku lihat dadanya, aku kira biasa-biasa saja ternyata dugaaku salah besar.

Dadanya sangat indah dan bersih dengan kedua tai lalat yang berwarna merah muda. Bh nya yang telah aku lucuti itu berwarna hiaju muda dengan model yang menawan.

Karena nafsuku sudah begitu besar, aku tidak sabar untuk menciuminya payudaranya yang sekal.secara perlahan-lahan ku nikmati tubuhnya yang masih indah itu dengan sepenuh hati.


Bu Maria juga terangsang karena dengan aroma parfum yang kupakai dan dengan tubuhku yang berbentuk juga sehingga gairah Bu Maria terangsang.

Dan Bu Maria berkata :

“ TONI , aku mau bercinta denganmu sekarang”.

“ Tolong ya Ton, puasin aku dan tutup pintu nya” bisiknya.

Hahhahah. . .tanpa di suruh pun aku juga akan menutupnya dan sesegera mungkin aku menutup pintu kantor itu rapat rapat dan menguncinya dari dalam juga.

Setelah itu aku kembali ke pelukan Bu Maria dan aku sedikit jongkok di depannya dengan membuka rok nya dan mengangkan kan kedua kakinya.

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Wooow. . .begitu wangi aroma di dalam nya dan begitu bersih pahanya. Dengan selakangan yang terlihat menonjol atau nonong itu yang di balut dengan Cd berwana hijau muda juga selaras dengan BHnya.

Lalu segera aku jilati dan ciumi pahanya dan tanganku yang bergreliya dipayudaranya sebentar. Kemudian tanganku beralih ke bagian memeknya untuk meraba-raba dan memainkan klitoris nya.

Dengan menjilati pahanya lalu ku jilati pula bagian memeknya dan Bu Maria bergetar menggeliat geli dengan desahan-desahan lembutnya. Ketika jilatanku di memeknya berlangsung ,


Bu Maria berkata :

“Kamu mau apakan Toni. . ?”

Sambil meremas kapalaku dan memegangi sebagian rambutku

“uhh. . . .Oh . .. .Uh. .. . “desah Bu Maria.

Bu maria sepertinya terhanyut dengan kenikmatan-kenikmatan yang aku ciptakan. Terlihat begitu menikmati hanya di batasi dengan CD nya yang masih di kenakannya dan gempuran pun segera aku tingkatkan.

Setelah itu CD nya aku lucuti dan sudah nongol pemata yang tersembunyi di hadapan mataku. Sedikit berwarna merah pucat dengan klitorisnya yang sedikit basah.

Klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu tipis.


Kumainkan lidahku dan bermain di bibir memek nya. Secara perlahan ku mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Bu Maria makin sahwat, sampai harus mengangkat-angkat bokongnya.

“Aahh… Kau pintar sekali Ton. .. Belajar dari mana hh…”

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Tanpa sungkan-sungkan Bu Maria melumat bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kontolku yang sudah ngaceng maksimal, meremas-remasnya beberapa saat.

Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga-rongga mulutnya.

Lidahnya ku belit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Bu Maria seperti akan menolak dan melepaskan diri, tapi tak ku lepaskan.

Mulut ku yang melekat di mulutnya.

“Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa?

Pacarmu?”, 

tanyanya diantara cipokan ciuman yang membara dan mulai sahwat. Aku tak menjawab, tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar lebih bebas dan enak BH-nya segera kulepas.

Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera ku lorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus.

“Nggak adil.. . . !!! “

“Kamu juga harus lepas baju .“

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Bu Maria pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir CD ku. Dengan batang kontolku yang tegak penuh segera diremas-remasnya.

Tanpa diarahkan kami rebah di atas meja kantor, saling menindih.

Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan memeknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah darurat itu dengan liar.

Bu Maria mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir 7 menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kontolku ke mulutnya. “ Sekarang Gantian ya Bu Maria ..”

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kontolku ke mulutnya yang seksi dan basah. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kontolku masuk ke rongga mulutnya.

Justru di sinilah fantasinya,

“Selama ini sama suami main seksnya gimana?”, tanyaku sambil menciumi payudaranya.

Bu Maria tak menjawab. Dia malah melumat bibirku dengan penuh gairah seks. Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah.

Aku tahu, Bu Maria sudah kepengin disetubuhi.

Tapi aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri. Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kontolku pun sudah ingin segera memompa dan menyumpal liang kenikmatannya.

Pelan-pelan aku mengarahkan kontolku yang sudah kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang memek nya, dan kurasakan tubuh Bu Maria agak gemetar.

“Ohh…Uoohh. . .ouhh. . .”,

desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kontolku masuk ke liang memek nya. Setelah seluruh kontol ku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya.

Aku makin terangsang oleh desahan-desahan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut terombang ambing. 5 menit setelah ku pompa, Bu Maria menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme.

Genjotan batang kontolku kutingkatkan temponya .

“Ooo… ahh… hmm… ssshh…”, desahnya

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia sebentar menikmati orgasmenya beberapa saat. Lalu ku ciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat.

“Sekarang Bu Maria berbalik. Menungging di atas meja.., ok!”

Aku mengatur badannya dan Bu Maria menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya.

“Mau di apakan lagi aku ini Ton?”, tanyanya.

“Pokoknya enaaaakk. . Bu Maria…. “


“Bu maria tenanng saja . .” jawabku.

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Setelah siap dan terasa sudah enalk posisinya, aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Bu Maria kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya.

Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.

“Capek?”, tanyaku.

“Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau copot tulang-tulangku”.

“Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku

Sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.

“Ya deh kalau capek.

Tapi tolong sekali lagi,

aku pengin masuk agar spermaku keluar.

Nih sudah nggak tahan lagi batang kontolku.

Sekarang Bu Maria yang di atas”, kataku

Sambil mengatur posisinya. Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya ku arahkan agar memegang batang kontolku masuk ke memek nya. Setelah masuk sepenuhnya kontolku, tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah.

Bu Maria tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut terombang ambing menambah gairah birahi sahwatku.

Apalagi diiringi dengan desahan dan jeritannya saat menjelang orgasme. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa.

Posisinya segera ku ubah ke gaya tubruuuk. Bu Maria kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kontolku.

 “Oh Bu Maria.., aku mau keluar nih ahh..”

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Beberapa detik kemudian spermaku muncrat di dalam liang memek nya. Bu Maria kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kontolku.

Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu. Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan yang baru saja kami rasakan.

Setelah adegan seks itu selesaui di dalam kantor, kami segera pergi meninggalkan ruang sekolah dan mencari makan sambil bercakap-cakap kembali. Bu Maria keesokan harinya bisa kujemput lagi atau kuantar.

Dan saat Sore pun sudah berganti untuk kedua kali nya, Bu Maria kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir.

Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya.

Bu Maria mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua payudara nya.

Nafas Bu Maria makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan empuk yang mempesona.

“Uuuhh.., mmmhh..”,

Bu Maria menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya.

“Haaahh. . . . .! “

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Bu Maria dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH puitih dan CD putih. Aku segera mencium pentil payudaranya yang montok dan masih berbalut dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan.

Tangan Bu Maria mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin lepas kontrol.

Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit memek nya. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah selakangannya.

“Mhhhhh….uhhh…, mmmhh..”.

Tangan Bu Maria meremas –remas dan pinggulnya bergetar ketika bibir tempiknya aku cumbui. Sesekali lidah ku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan.

“Ooohh.., Uhhhhhh. . . ..auuuw. . ...”.

Bu Maria mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan tempik nya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir tempiknya mulai membuka.

Sesekali lidahku menjulur ke klitorisnya yang membuat tubuh Bu Maria mengangkat sedikit dan nafas Bu Maria tersa berat.

Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit payudaranya. Pentilnya semakin membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum,

Bu Maria tergeletak terengah-engah, matanya terpejam.

Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kontolku yang tegak seperti menara mercucuar, ku temple-tempelkan di pipi Bu Maria.

“Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”.

Ketika Bu Maria membuka bibirnya, ku jejalkan kepala kontolku, dan sekarang Bu Maria pun mulai menyedot nyedot .

Tanganku bergantian meremas payudaranya dan membelai tempik nya.

“Oouuuh Bu Maria.., enaaaak.., teruuuss…”, erangku.

Bu Maria terus mengisap batang kontol ku sambil tangannya mengusap memeknya sediri yang juga telah banjir karena terangsang dengan kontolku yang begitu wow. . . dan perkasa baginya.

Hampir 5 menit dia menghisap kontolku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar.

“Bu Maria.., ooohh.., enaaak.., teruuus”, racauku .

Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat sedotannya dan sambil menekan liang memeknya. Aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu..,

“Criitt. . . .criiit.., cuuurr.., ccuuur..”

“Oughh.., Toni.., nikmat.. sekali ”, erangnya

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kontolku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil ku tahan kepalanya, kusemburkan pejuhku ke dalam mulutnya,

“Crooot.., jrooot. . .. croott.., crooot..criiitt. . . . ”,

banyak sekali pejuhku yang muncrat di dalam mulutnya.

“Aaarrgghhhkk.., Oooough. . .. ”,

dengan puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih kuat lagi kemudian aku pun naik ke atas tubuh Bu Maria dan bibirku melumat bibirnya.

Aroma kontol ku ada di mulut Bu Maria dan aroma memek Bu Maria di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, ku gesek-gesekkan kepala kontol ku di celah di selangkangan Bu Maria. Dan sebentar kemudian kurasakan tangan Bu Maria menekan pantatku dari belakang.

“Ohm, Toni. .. masuk.., Auooogh.., masukin ya. . . ”

Perlahan kontolku mulai menyelinap masuk ke liang tempiknya dan Bu Maria semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kontolku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal.

Dengan satu hentakan, tembuslah yang menghadang itu.

Ku Taklukan Guru Ku Dengan Mudah | Bu Maria teriak kecil dan aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau,

“Aduhhh.., assshh.., iya..,Toni . . . terus.., “

“Mmmmhh.., “ “Aaduhhh.., enak.., Toni. . .”

Aku lalu memeluk ke tubuh Bu Maria, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Bu Maria sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kontolku menancap hingga pangkal di memeknya.


Tanpa perlu diajari, Bu Maria segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan mengelus-ngelus teteknya, terus klitorisnya .

Dan kami pun mencapai puncak orgasme . Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Bu Maria makin menggila dandia segera membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat.

Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak.

Terasa cairan hangat dan kental membalur seluruh batang kontol ku.

Setelah tubuh Bu Maria melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri.

Ketika aku mencapai klimaks, Bu Maria tentu merasakan semburan air pejuhku di liang memek nya, dan dia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua.

Sekian lama kami diam terengah-engah di dalam mobil dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
Sekian.

Cerita Bokep Pembantu Yang Ngintip Aku Mandi

Sepeninggal Lastri, kami mendapat seorang pembantu baru dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja yaitu seorang wanita berumur 23 tahun bernama Atun. Atun berambut lurus sebahu, berperawakan sedang, berkulit sawo matang dengan wajah yang manis, tinggi sekitar 160 cm, badan ramping dengan berat badan sekitar 50 kg, dengan payudara yang besarnya sedang saja.
Yang agak istimewa dari penampilan Atun adalah matanya yang bagus dengan lirikan-lirikan yang kelihatannya sedikit nakal.

Hari pertama kedatangannya, saat memperkenalkan diri, ia tampak tidak banyak bicara, hanya saya melihat bahwa matanya sering melirik dan memperhatikan celana saya terutama pada bagian kemaluan. Saya berpikir, “Akh, nakal juga nih cewek..”.

Ternyata Atun ini baru menikah dua bulan lalu dan karena desakan kebutuhan ekonomi saat ini sedang terpisah dari sang suami yang bekerja menjadi TKI di Timur Tengah. Setelah beberapa hari bekerja pada kami, ternyata Atun cukup rajin dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Memasuki minggu kedua, saya mendapat gilirin kerja shift dari kantor, yaitu shift ke 2, sehingga saya harus mulai bekerja mulai dari jam 15:00 sampai dengan jam 23:00.

Jadi bila pulang telah larut malam, biasanya isteri saya sudah tidur dan bila ia tidur, ia mempunyai kebiasaan tidur yang sangat lelap dan sangat susah sekali untuk dibangunkan, dan bila saya terbangun pada pagi hari, isteri sudah berangkat kerja, sehingga biasanya kami hanya berhubungan melalui telephone saja atau ia menuliskan pesan dan menempelkannya di kulkas.

Suatu malam sepulang kerja, Atun seperti biasa membuka pintu dan setelah itu ia biasanya menyiapkan air panas untuk saya mandi. Sedang saya asyik mandi dan menggosok-gosok tubuh saya, saya mendengar suatu bunyi halus di balik pintu kamar mandi, sambil berpura-pura tidak tahu saya tiba-tiba menunduk dan mencoba melihat dari celah yang ada di bawah pintu tersebut.
“Hah..”, saya kaget juga, karena di situ terlihat sepasang kaki yang dalam posisi sedang menjinjit mengintipku sedang mandi. Wah, ternyata saya sedang diintip, oleh siapa lagi kalau bukan Atun” pikirku

Saya tetap pura-pura tidak tahu saja dan mulai memasang aksi, saya mulai menggosok-gosokan sabun kebagian penis saya, meremas-remas sehingga penis saya pun mulai bangun dan menjadi keras, sambil terus mengocok penis saya, saya juga berusaha untuk berkonsentrasi mendengar suara di belakang pintu itu.
Dari situ terdengar desahan halus yang sedikit lebih keras dari tarikan nafas.
“Naah.., lo.., rasain “, kata saya dalam hati.

Selesai mandi, saya langsung saja keluar dengan memakai handuk yang dililitkan kebadan bagian bawah saya, penis saya masih dalam posisi menegang keras, jadi terlihat menonjol dari balik handuk. Saya tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa dan berjalan ke arah belakang untuk menaruh pakaian kotor.
“Bapak mau makan…?”, sapa Atun,
“Oh.., nggak Tun, sudah makan.., tolong bikinkan kopi saja”, jawab saya sambil saya perhatikan wajahnya. Ternyata wajah Atun terlihat pucat dengan tangan yang agak gemetaran.
“Eeh.., kamu kenapa Tun.., sakit yaa?”, tanya saya
“Ah, tidak Pak.., Saya cuma sedikit pusing aja”, jawab Atun
“Iyaa.., Tun.., Saya juga sedikit pusing.., apa kamu bisa mijitin kepala Saya”.
“Bi… Bisa Pak”, jawab Atun tergagap, sambil matanya terus-menerus melirik ke arah penis saya yang menyembul.

Sayapun masuk ke kamar dan mengganti handuk dengan sarung tanpa memakai celana dalam lagi, dan tidak lupa memeriksa isteri saya, setelah saya perhatikan ternyata isteri saya tetap tertidur dengan pulas sekali.
Sayapun duduk di sofa depan televisi sambil menunggu Atun membawa kopi, yang kemudian ditaruhnya dimeja di depan saya.
“Tun.., tolong nyalakan TV-nya”
Atun berjalan ke arah televisi untuk menyalakan, saat televisi telah menyala saya bisa melihat bayangan tubuh Atun dari balik dasternya. “Wah.., boleh juga nih cewek”, terasa pula denyutan di penis saya, nafsu saya juga tambah memuncak.

“Tun.., tolong kecilkan sedikit suaranya”, kata saya, Saat ia mengecilkan suara televisi itu, Atun sedikit membungkuk untuk menjangkau tombol TV tersebut, langsung tubuhnya terbayang dengan jelas sekali, Atun ternyata tidak memakai BH dan puting susunya terbayang menonjol bagaikan tombol yang minta diputar.

“Sedikit lagi Tun..”, kata saya mencari alasan untuk dapat melihat lebih jelas. Aduh, denyutan di penis saya pun makin keras saja.
“Ayo.., Tun.., pijitin kepala Saya”, kata saya sambil bersandar pada sofa. Dengan agak ragu, Atun mulai memegang kepala saya dan mulai memijat-mijat kepala saya dengan lembut.
“Nah.., gitu.., baru nikmat, kata saya lagi, tapi filmnya kok jelek banget yaa..”
“Iya.., Pak.., filmnya film tua..”, katanya.
“Kamu mau lihat film baru”, kata saya sambil langsung berdiri dan menuju ke arah lemari televisi untuk mengambil sebuah laser disk dan langsung saja memasangnya, film itu dibintangi oleh Kay Parker, sebuah film jenis hardcore yang sungguh hot.

Atun kembali memijat kepala saya sambil menanti adegan film tersebut.
Saat adegan pertama dimana Kay Parker mulai melakukan kiss dan meraba penis lawan mainnya, tangan Atun bergetar di kepala saya, terdengar ia menarik nafas panjang dan pijatan tangannya bertambah keras.
Saya mengangkat kepala dan melihat ke arah Atun, terlihat matanya terpaku pada adegan di layar, biji matanya kelihatan seperti tertutup kabut tipis, ia benar-benar berkonsentrasi melihat adegan demi adegan yang diperankan oleh Kay Parker.

Sekitar seperempat jam kemudian, terasa pijatan di kepala saya berkurang, karena hanya satu tangannya saja yang dipakai untuk memijat sedangkan setelah saya tengok kebelakang ternyata tangannya yang satu lagi terjepit diantara selangkangannya dengan gerakan menggosok-gosok.
Desahan nafasnya menjadi keras buru-memburu. Atun terlihat bagai orang sedang mengalami trance dan tidak sadar akan perbuatannya.

Saya langsung saja berdiri dan menuju ke belakangnya, sarung saya jatuhkan ke lantai dan dalam keadaan telanjang, saya tekan penis ke arah belahan pantatnya sedangkan mulut saya mulai menjalar ke leher Atun, menjilat-jilat sambil menggigit pelahan-lahan.
Kedua tangan saya bergerak ke arah payudaranya yang menantang dan meremas-remas sambil sesekali memuntir-muntir putingnya yang cukup panjang.
Tetapi Atun tetap seperti orang yang tidak sadar, matanya hanya terpaku kelayar kaca melihat bagaimana Kay Parker menjepit pinggang lawan mainnya sambil mengayunkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri.

Dengan cepat saya membuka dasternya sampai terlepas, Atun pun diam saja saat saya memelorotkan celana dalamnya. Sambil tetap memeluknya dari belakang, saya menggeser kakinya agar selangkangannya lebih terbuka sehingga saya bisa mengarahkan penis saya ke lubang vaginanya.
Saat kepala penis saya mulai memasuki vaginanya yang sudah basah, Atun sedikit tersentak, tapi saya terus menyodok kedalam sehingga penis saya terbenam seluruhnya.
“Aakh.., Pak”, desah Atun lirih, “Ennaak.., Paak”.

Saya tetap menekan dan kemudian mulai menarik penis saya. Waah.., vagina Atun bagaikan menjepit penis saya dan seperti tidak mau melepaskan penis saya lagi. Vagina Atun ternyata sempit sekali dan penis saya terasa bagaikan disedot dan diremas-remas dengan denyutan yang sungguh nikmat sekali.
Saya menarik dan menekan dengan kuat secara berulang-ulang sehingga biji saya terdengar beradu dengan pantat Atun yang mulus.
plok.., plok.., plok.., saya tetap memeluknya dari belakang dengan tangan kiri yang tetap berada di payudaranya sedangkan jari tangan kanan saya berada di dalam mulut Atun.
Mulut Atun menghisap-hisap jari saya bagaikan anak bayi yang telah kelaparan mendapatkan susu ibunya, matanya terpejam bagai orang sedang bermimpi. Badannya separuh, dari pinggang ke atas condong ke depan, membungkuk pada sandaran sofa, sedangkan pinggangnya berusaha untuk mengimbangi gerakan maju mundur yang saya lakukan.
Bila saya menekan penis untuk membenamkannya lebih dalam ke lubang vagina itu, Atun segera mendorong pantatnya ke belakang untuk menyambut gerakan saya dan kemudian secara cepat mengayunkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bergantian.
Aah.., Atun ternyata luar biasa enaknya vaginamu. Saya benar-benar menikmati tubuh dan vagina Atun.

Kami melakukan gerakan-gerakan seperti ini selama beberapa waktu, sampai suatu saat badan Atun mengejang, kedua kakinya juga mengejang serta terangkat kebelakang. Vaginanya meremas dan menghisap-hisap penis saya dengan keras dan berusaha untuk menelan penis saya seluruhnya.
“aahh..”, desah Atun panjang.
Akhirnya saya juga tidak tahan lagi, saya peluk badannya dan saya tekan penis saya kuat-kuat ke dalam vagina Atun. Saya pun melepaskan cairan mani ke dalam lubang vagina Atun yang begitu hangat dan menghisap.
“Heehh”, creet.., creett..,. Creett. Kami berdua langsung lunglai dan tertekuk ke arah sandaran sofa dengan posisi penis saya masih ada di dalam jepitan vagina Atun.
Setelah kami recover, saya buru-buru memungut sarung, mematikan televisi dan berdua berjalan ke arah belakang, Atun langsung berbelok ke kamarnya, tapi sebelumnya ia berkata halus, “Terima kasih yaa.., Pak”

dan sambil tersenyum nakal ia meremas penis saya. Saya langsung mandi lagi untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu banyak, setelah itu ke kamar berbaring sambil memeluk isteri saya dan tertidur lelap dengan puas.
Dipagi hari saya tersentak bangun karena merasakan sepasang tangan yang mengelus-elus penis saya, secara refleks saya melihat jam dinding dan melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
“Loo..”, pikir saya “Kok isteri saya tidak bekerja hari ini”.
Langsung saya mengangkat kepala melihat kebawah. Lho.., ternyata bukan isteri saya yang sedang mengelus-elus penis saya tetapi Atun yang sedang menunduk untuk menyepong penis saya lagi, yang sudah keras dan tegang.

“Tun.., ayo naik ke sini”, kata saya kepadanya, sambil bangun terduduk saya menarik badannya dan mulai membuka dasternya, ternyata Atun sudah tidak memakai apa-apa di balik dasternya.
Langsung saya balikkan badannya dan mulai mencium vaginanya yang wangi, sedangkan Atun langsung juga mengulum penis saya di mulutnya yang kecil.
Saya mulai menjilat-jilat vaginanya dan sesekali mengulum dan mempermainkan clitorisnya dengan lidah saya, Akibatnya Atun tergelinjang dengan keras dan terdengar desahannya.
“Arrrgghhh… Aarrrggh…”. Dari lubang vaginanya mengalir cairan hangat dan langsung saja saya jilat..,hhhmmm.., enaknya”ucapku dalam hati.

Setelah itu, saya tarik Atun untuk jongkok di atas badan saya, sedangkan saya tetap telentang dan Atun mulai menurunkan badannya dengan lubang vaginanya yang sempit itu tepat ke arah batang penis saya yang sudah sangat tegang sekali.
“Owwwwhhhh… Bleeess…” batang penis saya masuk langsung ke dalam lubang vaginanya dan terbenam sampai ke ujung biji saya
“oohh nikmat bener Tun barang kamu”, kata saya

Atun sudah tidak menjawab lagi, dia menaikkan pantatnya dan kemudian dengan cepat menurunkannya dan memutar-mutar pinggulnya dengan cepat sekali, sambil terpejam dia mendesah-desah panjang terus menerus karena keenakkan.
Batang penis saya terasa mau putus karena enaknya vagina Atun, benar-benar nikmat sekali permainan di pagi hari ini. Sesekali saya duduk untuk memeluknya dan terus meremas-remas payudaranya yang keras.

“ooh.., Atun.., ennaak”, Atun kemudian berhenti sebentar dan memutarkan badannya sehingga pantatnya menghadap wajah saya, sambil terus menaik-turunkan pantatnya, vaginanya tetap menjepit batang penis saya dengan jepitan yang keras dan berdenyut-denyut.
Akhirnya saya tidak tahan lagi, sambil memeluk pinggangnya saya berusaha menekan batang penis saya sedalam-dalamnya di lubang vagina itu, badan Atun pun mengejang dan bersama-sama kita mencapai orgasme.

Crott… Crooot… Crooot…!!! air mani itu muncrat lagi di vagina Atun seorang pembantu yg berhasil memuaskan majikannya.
Pagi hari itu saya dan Atun bermain sampai jam 13:00 siang, berkali-kali dan berbagai-bagai gaya yang di mainkan. Sejak pagi itu, saya selalu dibangunkan oleh isapan lembut dari mulut mungil Atun, kecuali bila hari libur dimana isteri saya berada dirumah.

Popular Posts